Wednesday, March 13, 2019

Contoh Tulisan tentang Sepakbola

5 Sosok ‘One Club Man’ di Indonesia

Bicara tentang ‘one club man’ atau pesepakbola yang setia hanya dengan 1 klub di karier profesionalnya, kita bisa menemui beberapa contoh di liga-liga Eropa sana seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Francesco Totti, Gary Neville, Jamie Carragher, dan masih banyak lagi yang lainnya. 

Tetapi, kita cukup kesulitan untuk menemukan pesepakbola yang hanya membela 1 klub saja sepanjang kariernya di Indonesia. Hal ini dikarenakan kebanyakan klub di Indonesia hanya bisa mengontrak pesepakbola selama 1 tahun atau 2 tahun saja. 

Ada banyak alasan mengapa klub-klub sepakbola di tanah air hanya memberikan kontrak berdurasi singkat kepada para pemainnya. Oleh karena itu, menemukan ‘one club man’ di sepakbola Indonesia sudah seperti barang langka. Tetapi, tetap saja ada beberapa pesepakbola yang dengan teguh mengabdikan diri hanya pada 1 klub sepakbola di Indonesia. 

Berikut ini deretan pemain sepakbola di Indonesia yang layak menyandang gelar ‘one club man’:

1.       Choirul Huda

Sosok penjaga gawang ini sudah menjadi legenda bagi klub Persela Lamongan. Sudah mengenakan jersey Persela sejak tahun 1999 hingga 2017, tak ada niat sedikit pun dari pria kelahiran 2 Juni 1979 ini untuk berpindah klub seperti rekan sesama pesepakbola yang lain.

Sangat disayangkan ketika Choirul Huda meninggal dunia dikarenakan bertabrakan dengan rekannya sendiri Ramon Rodrigues dalam pertandingan Persela Lamongan vs Semen Padang FC. Namanya akan selalu dikenang suporter klub berjuluk Laskar Joko Tingkir ini selamanya.

2.       Kurnia Meiga

Penjaga gawang ini mencuat namanya setelah berhasil mengantarkan klubnya Arema FC menjadi kampiun liga di musim 2010 di usia yang masih cukup belia, 20 tahun.
Meiga sendiri sudah bergabung dengan Arema FC sejak tahun 2008 dan hingga kini tak pernah sekalipun pesepakbola ini berganti jersey.

Meskipun tawaran menggiurkan datang dari beberapa klub Malaysia beberapa tahun yang lalu, Meiga tak sedikit pun bergeming. Sayang ketika masih mengalami masa kejayaan sebagai pesepakbola, Meiga terserang penyakit misterius hingga absen membela Arema FC dalam kurun waktu yang cukup lama.

3.       Dendi Santoso

Dendi adalah produk akademi klub Arema FC. Sejak dipromosikan ke tim utama di musim kompetisi 2008, winger yang satu ini selalu menjadi opsi beberapa pelatih yang menangani klub berjuluk Singo Edan tersebut.

Pesepakbola ini terkenal sebagai pemain multi talenta karena bisa melakoni beberapa posisi di lini tengah dan depan Arema FC.  Selalu setia dengan Arema FC, alhasil Dendi berhak menjadi wakil kapten Arema FC pada musim lalu.

4.       Yustinus Pae

Pesepakbola yang akrab disapa Tinus Pae ini sudah bermain untuk tim utama Persipura Jayapura sejak musim 2007. Namanya memang tidak sementereng Boaz Salossa ataupun Ian Luis Kabes tetapi untuk urusan loyalitas pada klubnya, pesepakbola yang kerap bermain sebagai bek kanan ini layak diacungi jempol.

Tinus Pae bahkan baru-baru ini juga ikut dipanggil kembali dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia di bawah arahan Coach Simon McMenemy. Meski usianya sudah tidak muda lagi, konsistensi permainannya selalu menjadi daya tarik tersendiri.

5.       Rudi

Tak banyak yang mengenal pesepakbola yang satu ini. Tetapi bagi suporter Semen Padang FC, Rudi selalu mendapat tempat tersendiri. Pesepakbola yang sering ditempatkan di posisi gelandang tengah ini sudah membela klub kebanggaan warga Padang tersebut sejak musim kompetisi 2010. 

Pembuktian loyalitasnya pada klub sudah teruji ketika Rudi masih tetap setia mengenakan jersey klub berjuluk Kabau Sirah meskipun klub ini sempat turun kasta ke Liga 2 pada musim lalu. Hingga kini, pesepakbola kelahiran tahun 1987 ini masih tercatat sebagai pemain Semen Padang FC.


Artikel ditulis ulang bersumber dari artikel di striker.id, dengan beberapa modifikasi pada penulisan. 

No comments:

Post a Comment