5 Sosok ‘One Club Man’
di Indonesia
Bicara tentang ‘one club man’ atau pesepakbola yang setia
hanya dengan 1 klub di karier profesionalnya, kita bisa menemui beberapa contoh
di liga-liga Eropa sana seperti Paolo Maldini, Franco Baresi, Francesco Totti,
Gary Neville, Jamie Carragher, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Tetapi, kita cukup kesulitan untuk menemukan pesepakbola
yang hanya membela 1 klub saja sepanjang kariernya di Indonesia. Hal ini
dikarenakan kebanyakan klub di Indonesia hanya bisa mengontrak pesepakbola
selama 1 tahun atau 2 tahun saja.
Ada banyak alasan mengapa klub-klub sepakbola di tanah air
hanya memberikan kontrak berdurasi singkat kepada para pemainnya. Oleh karena
itu, menemukan ‘one club man’ di sepakbola Indonesia sudah seperti barang
langka. Tetapi, tetap saja ada beberapa pesepakbola yang dengan teguh
mengabdikan diri hanya pada 1 klub sepakbola di Indonesia.
Berikut ini deretan pemain sepakbola di Indonesia yang layak
menyandang gelar ‘one club man’:
1. Choirul Huda
Sosok penjaga gawang ini sudah menjadi legenda bagi klub Persela
Lamongan. Sudah mengenakan jersey Persela sejak tahun 1999 hingga 2017, tak ada
niat sedikit pun dari pria kelahiran 2 Juni 1979 ini untuk berpindah klub
seperti rekan sesama pesepakbola yang lain.
Sangat disayangkan ketika Choirul Huda meninggal dunia dikarenakan
bertabrakan dengan rekannya sendiri Ramon Rodrigues dalam pertandingan Persela
Lamongan vs Semen Padang FC. Namanya akan selalu dikenang suporter klub
berjuluk Laskar Joko Tingkir ini selamanya.
2. Kurnia Meiga
Penjaga gawang ini mencuat namanya setelah berhasil mengantarkan klubnya
Arema FC menjadi kampiun liga di musim 2010 di usia yang masih cukup belia, 20
tahun.
Meiga sendiri sudah bergabung dengan Arema FC sejak tahun 2008 dan hingga
kini tak pernah sekalipun pesepakbola ini berganti jersey.
Meskipun tawaran menggiurkan datang dari beberapa klub Malaysia beberapa
tahun yang lalu, Meiga tak sedikit pun bergeming. Sayang ketika masih mengalami
masa kejayaan sebagai pesepakbola, Meiga terserang penyakit misterius hingga
absen membela Arema FC dalam kurun waktu yang cukup lama.
3. Dendi Santoso
Dendi adalah produk akademi klub Arema FC. Sejak dipromosikan ke tim utama
di musim kompetisi 2008, winger yang satu ini selalu menjadi opsi beberapa
pelatih yang menangani klub berjuluk Singo Edan tersebut.
Pesepakbola ini terkenal sebagai pemain multi talenta karena bisa
melakoni beberapa posisi di lini tengah dan depan Arema FC. Selalu setia dengan Arema FC, alhasil Dendi
berhak menjadi wakil kapten Arema FC pada musim lalu.
4. Yustinus Pae
Pesepakbola yang akrab disapa Tinus Pae ini sudah bermain untuk tim utama
Persipura Jayapura sejak musim 2007. Namanya memang tidak sementereng Boaz
Salossa ataupun Ian Luis Kabes tetapi untuk urusan loyalitas pada klubnya,
pesepakbola yang kerap bermain sebagai bek kanan ini layak diacungi jempol.
Tinus Pae bahkan baru-baru ini juga ikut dipanggil kembali dalam
pemusatan latihan Timnas Indonesia di bawah arahan Coach Simon McMenemy. Meski
usianya sudah tidak muda lagi, konsistensi permainannya selalu menjadi daya
tarik tersendiri.
5. Rudi
Tak banyak yang mengenal pesepakbola yang satu ini. Tetapi bagi suporter
Semen Padang FC, Rudi selalu mendapat tempat tersendiri. Pesepakbola yang
sering ditempatkan di posisi gelandang tengah ini sudah membela klub kebanggaan
warga Padang tersebut sejak musim kompetisi 2010.
Pembuktian loyalitasnya pada klub sudah teruji ketika
Rudi masih tetap setia mengenakan jersey klub berjuluk Kabau Sirah
meskipun klub ini sempat turun kasta ke Liga 2 pada musim lalu. Hingga kini,
pesepakbola kelahiran tahun 1987 ini masih tercatat sebagai pemain Semen Padang
FC.
Artikel ditulis
ulang bersumber dari artikel di striker.id, dengan beberapa modifikasi pada
penulisan.
No comments:
Post a Comment